SOMBONG itu jika kamu ga mau takwa dan taat, ga mau meluangkan waktumu yang begitu panjang untuk bersujud kepada Allah, beribadah, menjauhi laranganNya, mensyukuri nikmat yang telah kamu miliki selama ini, keluarga, ibu, ayah, saudara, teman, sehat, nafas, paras cantik tampan, mobil, kekayaan, kekuasaan, pangkat dan semua nikmat yang tidak pernah akan bisa terhitung oleh seorang hamba.
sesungguhnya kamu di dunia ini hanya numpang sejarah, tahukah kamu hakikat kamu diciptakan, tak lain hanya untuk beribadah kepada Allah, jika sewaktu2 semua nikmat itu dicabut dengan kedatangan malaikat jibril bagaimana? apa yang kamu sombongkan lagi dihadapan dzat Yang Maha Tinggi itu ? Apa ?
#tanya hati
mari bermuhasabah diri `^_^`
Kamis, 14 Februari 2013
-Bukan Hari Ini-
Semua pasti mendapat kesempatan terbaik,
Kemarin, hari ini, esok, lusa…
Kesempatan itu tetap adanya,
Milik Allah,
Hak seorang manusia
Tak terganggu gugat,
Jati diri,
identitas seorang manusia
Kesejatiannya bergantung di mana diri ditempa
Berbeda kadarnya, tak sama…
Entah kemarin, hari ini, esok ataupun lusa…
Keduanya milik Allah,
Hak manusia
Tak terganggu gugat
Ia pasti datang
Akhi, Ukhti…
Kehebatanmu,
Mungkin bukan hari ini
Bukan kemarin seperti dia
Bukan esok seperti dia yang lain
Mungkin lusa, atau sehabis lusa
Mungkin,
Tapi pasti
Percayalah,
Hari ini kau ditempa, dibunuh, diasah
Hingga kau siap
Menghadapi pedang lain dari kehidupan asing yang sebenarnya
Bukan lagi di sini
Bukan lagi di lembah dingin nan sejuk ini
Bukan lagi di dalam pagar teralis kuno tak berwarna
Walau sekarang kau bukan dia atau dia yang lainnya,
Bukan apa,
bukan siapa,
Tak tertanya, tak terlihat
Tapi lusa atau sehabisnya
Percayalah,
Kilatan pedangmu bisa menembus apapun
Menyadarkan yang menyakiti,
Menghangatkan yang tersakiti
Tak terkira, tak tertandingi
Di bawah naungan sang Rabb
Atas izin-Nya
Kesempatan dan jati diri itu milikmu
Untuk cinta dan masa depan umat-Nya
KEMANAKAH RUH KITA PERGI SAAT KITA SEDANG TIDUR ?
Dalam surah Az-Zumar ayat 42 Allah berfirman,
"Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir."
Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa Allah memegang jiwa-jiwa manusia ketika sedang tidur. Dalam ayat lain, yakni surah Al-An'am ayat 60-61 disebutkan,
"Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur (mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan. Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya."
Di dalam 2 ayat diatas, Allah menyebutkan kata wafat 2 kali, yakni pada kata "yatawaffakum" yang diartikan sebagai kata 'menidurkan' pada ayat diatas, juga pada kata "tawaffathu" yang berarti "diwafatkan". Hal ini adalah tentang 2 macam wafat, yakni wafat sementara dan wafat selamanya. Hal ini dijelaskan dalam ayat Az-Zumar ayat 42, "maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan."
Karena itulah, ketika kita tidur, menurut sunnah dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu : Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Apabila salah seorang di antara kalian bangun dari tempat tidurnya, kemudian kembali lagi, hendaklah ia mengibas-ngibaskan kainnya tiga kali (sebelum tibur pada tempat tidurnya). Sesungguhnya ia tidak mengetahui apa yang terjadi saat ia meninggalkannya. Dan apabila berbaring, hendaklah ia membaca : ‘Dengan menyebut nama-Mu ya Allah, Rabb-ku, aku meletakkan lambungku (tidur), dan dengan-Mu pula aku mengangkatnya (bangun). Apabila Engkau menahan diriku (mati), sayangilah aku. Namun bila Engkau melepaskannya (hidup), peliharalah ia sebagaimana Engkau telah pelihara dengannya hamba-hamba-Mu yang shalih”.
*disarikan dari terjemahan Ibn Katsir Rahimahullah
Wallahu a'lam bishowwab..
>>> MOHON DIPERHATIKAN KESALAHAN PENULISAN 'AMIN DAN SALAM'
Kesalahan penulisan Aamiin Yang sering Terjadi
Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan makna kata “AMIN” yaitu :
1. ”AMIN” (aliF dan mim sama-sama pendek),artinya AMAN, TENTRAM.
2. “AAMIN” (alif panjang & mim pendek),artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN.
3.”AMIIN” (alif pendek & mim panjang),artinya JUJUR TERPERCAYA.
4.“AAMIIN” (alif & mim sama-sama panjang),artinya YA RABB,KABULKANLAH DOA KAMI.
Terus Bagaimana dengan pengucapan/ Penulisan “ Amien“ ???
Sebisa mungkin untuk yang satu ini (Amien) dihindari,
karena ucapan “Amien” yang lazim dilafadzkan oleh penyembah berhala (Paganisme) setelah do’a ini sesungguhnya berasal dari nama seorang Dewa Matahari Mesir Kuno: Amin-Ra (atau orang Barat menyebutnya Amun-Ra)
HINDARI PENULISAN "ASS, ASSKUM, MOHD, MOSQUE, 4JJI, MECCA !!"
Bagi akhy wa Ukhty yang masih suka menggunakan kata;
''Ass,Askum ''dalam ucapan salam.
''Mohd'' untuk panggilan nama Nabi Muhammad shallallahu alayhi wasallam.
''Mosque'' untuk panggilan sebuah masjid.
''4JJI'' untuk panggilan Allah SWT.
''Mecca'' untuk sebutan Mekah.
Gunakan sesuai dengan aturannya yuuuk...!
Bismillah..
Jika kita seorang Muslim atau Muslimah, alangkah baiknya mengindahkan hal yang mungkin kita anggap kecil tapi besar makna dan pengaruhnya.
*janganlah bilang Mosque tapi Masjid,karena Organisasi islam menemukan bahwa Mosque adalah nyamuk.
*jangan menulis MECCA tapi MEKAH,karena MECCA adalah rumah anggur/bir.
*jangan menulis MOhd tapi Muhammad,karena Mohd,.Adalah anjing bermulut besar.
*jangan menulis 4JJI tapi Allah SWT,karena 4JJI aRtinya for judas Jesus Isa al masih.
*jangan menulis Ass atau Askum dalam salam tetapi Assalammu'alaikum (karena salam adalah doa,atau jika tidak sempat lebih baik tidak sama sekali),karena Ass artinya (maaf) pantat mu, dan Askum artinya celakalah kamu.
INGAT !!!
ASS = (maaf) PANTATMU!
ASKUM = CELAKALAH KAMU!
Maka sampaikanlah salam karena itu DOA, minimal Assalamu'alaikum.
Engkau memang CANTIK...
Wahai Gadis...
Engkau tumbuh AYU seperti BUNGA yang bermekaran ditaman...
Engkau tumbuh CANTIK seperti kupu-kupu yang terbang kesana kemari...
Engkau tumbuh MANJA seperti DAUN diterpa angin yang melambai-lambai...
Engkau tumbuh ANGGUN seperti BIDADARI yang dinantikan para pangeran...
Wahai Gadis...
Untuk apa AYU mu dipamerkan kesemua orang dan memandangmu dengan BUAS...
Untuk apa KECANTIKANMU sebagai senjata agar para LELAKI memujimu...
Untuk apa MANJAMU dijadikan sebagai OBAT kalau setiap LELAKI mendapatkannya...
Untuk keANGGUNANmu jangan dijadikan alat PEMIKAT agar lelaki dapat dengan BEBAS memandang lekak -lekuk tubuhmu...
Duhai Gadis...
Apa engkau tidak RUGI dari ujung RAMBUT sampai ujung KAKIMU...
Apa engkau tidak MALU pada para MALAIKAT dengan setia MELIHATMU...
Apa engkau tidak KECEWA dengan ORANG yang memandangmu dengan SINIS...
Wahai Gadis...
Jadikanlah Ayumu ditutupi dengan Balutan JILBAB...
Jadikanlah Kecantikanmu ditutupi dengan Balutan Busana Muslimah...
Insyaallah Engkau akan benar-benar menjadi WANITA MUSLIMAH...
Yang dirindukan para PANGERAN SYURGA...(^_^)
HATIKU
Hatiku ...jujurlah...
Kalau engkau tak sanggup menjadi cemara yang kokoh di puncak bukit ...
jadilah saja belukar yang teguh di tepi jurang...
Belukar itu senantiasa istiqomah dalam perjuangannya untuk hidup.
Ia belajar dari kesehariannya untuk mendewasakan batangnya,
batangnya yang menyanggahnya untuk tidak masuk ke dalam jurang...
Hatiku...ketahuilah!!!
Ternyata untuk menjadi belukar saja itu tidak mudah!!!
Belukar harus ikhlas agar ia tak iri pada cemara...
Belukar harus tawadhu agar ia tak sombong pada rumput...
Belukar tetap belukar sampai ia bisa berjumpa dengan Penciptanya...
Kalau engkau tak sanggup jadi belukar...jadilah saja rumput,
tetapi rumput yang senantiasa memperkuat pinggiran jalan...
Kalau engkau tak sanggup menjadi langit...jadilah saja bumi,
tetapi bumi yang setia dan ikhlas untuk dipijaki oleh setiap manusia.
Tidak semua insan sanggup berbuat seperti pengemis yang tawadhu',...
izzahnya tinggi walau orang lain merendahkannya...
karena ia mempunyai HATI sehingga dekat dengan sang Robbi...
Kalau engkau tak sanggup menjadi cemara yang kokoh di puncak bukit ...
jadilah saja belukar yang teguh di tepi jurang...
Belukar itu senantiasa istiqomah dalam perjuangannya untuk hidup.
Ia belajar dari kesehariannya untuk mendewasakan batangnya,
batangnya yang menyanggahnya untuk tidak masuk ke dalam jurang...
Hatiku...ketahuilah!!!
Ternyata untuk menjadi belukar saja itu tidak mudah!!!
Belukar harus ikhlas agar ia tak iri pada cemara...
Belukar harus tawadhu agar ia tak sombong pada rumput...
Belukar tetap belukar sampai ia bisa berjumpa dengan Penciptanya...
Kalau engkau tak sanggup jadi belukar...jadilah saja rumput,
tetapi rumput yang senantiasa memperkuat pinggiran jalan...
Kalau engkau tak sanggup menjadi langit...jadilah saja bumi,
tetapi bumi yang setia dan ikhlas untuk dipijaki oleh setiap manusia.
Tidak semua insan sanggup berbuat seperti pengemis yang tawadhu',...
izzahnya tinggi walau orang lain merendahkannya...
karena ia mempunyai HATI sehingga dekat dengan sang Robbi...
>>> Setiap orang punya masa lalu
Setiap orang punya kisah lama
Setiap orang memiliki latar yang
berbeda dan mungkin
Setiap orang pernah melakukan
kesalahan
.
Namun,,,
.
Setiap orang memiliki HAK
untuk berubah
Setiap orang memiliki HAK
untuk memilih jalan hidup
Setiap orang memiliki HAK
untuk menjadi lebih baik
Setiap orang memiliki pilihan
akhir hidupnya
Apakah ia akan mengakhiri
masa hidupnya dengan kelam,
lumpur, gelap, hitam, kelam
oleh dosa yang tidak pernah
berubah sejak masa lalunya,
bahkan lumpur hitam itu lebih
parah dibanding latar
belakangnya? Lalu
meninggalkan anak yang
menempuh jalan yang sama?
.
Ataukah,,,
.
Ia akan mengakhiri masa
hidupnya dengan lembaran baru
yang masih putih, ditulis dengan
hati-hati agar tidak kotor &
kusam seperti halaman-halaman
selanjutnya? Dan memberikan
halaman-halaman putih bagi
keturunan-keturunan
sepeninggalnya?
You have a choice...
Setiap orang, memiliki masa lalu
Setiap orang, memiliki HAK
untuk berubah lebih baik..
.
Insya Allah ..
Langganan:
Postingan (Atom)